Ziarah ke Makam Para Wali Tertua di Indonesia

Indonesia adalah salah satu Negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. Penyebaran Islam di Indonesia pun tidak pernah lepas dari para wali yang dulu berjuang dengan mengenalkan ajaran Islam di Indonesia. Para wali ini menyebarkan ajaran Islam dengan melakukan berbagai pendekatan budaya yang akhirnya bercampur dengan budaya lokal. Dulu, Indonesia masih banyak di dominasi oleh penyebaran agama Hindu-Buddha, namun kini perkembangan Islam semakin lama semakin mengalami perkembangan pesat di Indonesia.

Makam para wali yang telah menyebarkan Islam di Indonesia pun menjadi salah satu tempat wisata religi yang dapat kita kunjungi. Banyak masyarakat Indonesia yang sengaja melakukan kunjungan ke makam para wali untuk lebih mengenal atau bahkan berdoa untuk para wali. Ada banyak sekali wali yang telah bersaja dengan perkembangan Islam di Indonesia. Untuk itu, tidak ada salahnya jika kamu melakukan wisata religi ke makam para wali. Berikut ini adalah beberapa destinasi wisata ke makam islam tertua yang ada di Indonesia.

  1. Makam Fatimah Binti Maimun

Fatimah binti Maimun adalah seorang perempuan beragama Islam yang wafat pada hari Jumat, 7 Rajab 475 Hijriyah (2 Desember 1082 M). batu nisannya ditulis dalam bahasa arab dengan kaligrafi bergaya Kufi, dan merupakan nisan kubur Islam tertua yang ditemukan di Nusantara. Makam Fatimah binti Maimun ini berada di Desa Leran, Kecamatan Manyar, sekitar 5 km arah utara kota Gresik, Jawa Timur. Temuan batu nisan ini adalah salah satu data arkeologis yang berkenaan dengan keberadaan komunitas Muslim pertama di kawasan pantai Utara Jawa Timur.

  1. Makam Syaikh Samsuddin Al-Wasil

Kota Kediri tidak hanya dikenal sebagai Kota Tahu, tetapi juga kota religi. Ada salah satu wali yang berpengaruh dalam penyebaran Islam di Indonesia, yaitu Makam Syaikh Samsuddin Al-Wasil atau lebih dikenal dengan sebutan Mbah Wasil. Letak makam ini berada di tengah pusat perbelanjaan, tepatnya di tengah pemakaman umum lingkungan Setono Gedong di belakang Masjid Aulia. Makam Mbah Wasil ini selalu ramai dikunjungi peziarah, terutama pada malam Jumat, tepatnya pada bulan Ramadhan. Tidak hanya berasal dari Kediri, banyak peziarah yang berasal dari luar kota. Mereka datang untuk memberikan doa kepada Mbah Wasil atau ada yang hanya sekedar ingin tahu mengenai Mbah Wasil. Menurut penelitian Prof. Dr. Habib Mustopo, guru besar UIN Malang mengatakan bahwa tokoh Syaikh Samsuddin adalah seorang ulama besar yang hidup pada abad ke-12, yaitu pada masa kerajaan Kediri, namun tidak disebutkan secara pasti kapan Syaikh Samsuddin wafat.

  1. Makam Sultan Malikus Saleh

Sultan Malikus Saleh adalah seorang raja yang bermuallaf. Batu nisan Malikus Saleh menjadi bukti bahwa pada abad ke-13 di Kepulauan Melayu memang telah berdiri sebuah kerajaan Islam, tepatnya di ujung Utara Pulau Sumatera. Konversi waktu dari batu nisan itu menghasilkan angka tahun 1297 M, sehingga dapat dikatakan bahwa agama Islam telah masuk dan berpengaruh di Kepulauan Melayu pada kurun waktu tersebut. Batu nisan Sultan Malikus Saleh berada di kompleks Makam Sultan Malikus Saleh, Desa Beuringin, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Batu nisan Sultan Malikus Saleh ini memperlihatkan peralihan dari pengaruh arsitektur Buddha ke pengaruh arsitektur Islam. Bahasa yang digunakan seluruhnya adalah bahasa Arab dengan kosakata yang khas dalam agama Islam.

  1. Makam Syaikh Maulana Malik Ibrahim

Maulana Malik Ibrahim atau biasa dikenal dengan Sunan Gresik adalah salah seorang Walisongo, yang dianggap pertama kali menyebarkan agama Islam di tanah jawa. Sunan Gresik merupakan wali senior di antara para Walisongo lainnya. Guna untuk melakukan penyebaran Islam, Sunan Gresik berdagang di tempat pelabuhan terbuka, yang membuatnya dapat berinteraksi dengan masyarakat banyak. Setelah itu dia melakukan kunjungan ke ibukota Majapahit, yang kemudian diberikan sebidang tanah oleh Raja Majapahit. Guna menyiapkan kader untuk melanjutkan perjuangan dalam menegakkan ajaran-ajaran Islam, Maulana Malik Ibrahim membuka pesantren yang merupakan tempat mendidik pemuka agama Islam pada masa selanjutnya. Hingga saat ini makam Maulana Malik Ibrahim masih diziarahi orang-orang yang menghargai usahanya menyebarkan agama Islam. Ritual ziarah pun sering diadakan setiap tanggal 12 rabi’ul Awwal, sesuai tanggal wafat pada prasasti makamnya. Makamnya berada di desa Gapura, Gresik, Jawa Timur.

Selain wisata religi dengan mengunjungi makam para wali, kalian juga dapat mengunjungi beberapa masjid yang biasa dijadikan tempat wisata rohani di Indonesia. Muslimarket sebagai pasar halal terlengkap dan terbaik menyediakan beragam jenis kebutuhan muslim, salah satunya adalah Paket Tour & Travel Halal. Kalian dapat menikmati beragam wisata religi dengan kemudahan serta kenyamanan yang ditawarkan. Jadi tunggu apalagi? Segera kunjungi Muslimarket.com dan rasakan kenyamanan berwisata religi bersama Muslimarket!

Summary
Article Name
Ziarah ke Makam Para Wali Tertua di Indonesia | Muslimarket Blog
Description
Perkembangan Islam di Indonesia tidak lepas dari pengaruh para wali. Yuk kenali para wali dengan ziarah ke makam mereka!
Author
Publisher Name
Muslimarket
Publisher Logo