mm-blog-tradisi-ziarah-kubur-menjelang-bulan-ramadhan

Dalam menyambut bulan Ramadhan, biasanya banyak hal yang kita lakukan. Salah satunya adalah berziarah kubur. Sudah menjadi kebiasaan masyarakat kita khususnya, setiap menjelang datangnya bulan Ramadhan, banyak lokasi kuburan umum yang dipadati oleh peziarah. Para peziarah ini pun tanpa disadari secara kompak mengenakan kostum khas, pakaian muslim yang serba hitam.

Fenomena seperti ini tentu saja dapat kita saksikan jika menjelang bulan Ramadhan, lantas apakah tradisi ziarah kubur menjelang bulang ramadhan ini memiliki hukum yang benar menurut Islam? Berikut adalah penjelasannya.

Hukum Berziarah Kubur

Nah, bagaimana sih tanggapan islam mengenai hukum berziarah kubur dan dalilnya?

Menurut syariat Islam, Rasulullah SAW mengharamkan ziarah kubur. Karena, para sahabat masih belum terbiasa untuk berziarah kubur tanpa melakukan kemusyrikan. Mengingat sebelum memeluk Islam, orang-orang Arab sudah terbiasa menyembah kuburan, meminta dan berdoa serta memberikan berbagai persembahan kepada ruh yang ada di dalam kubur. Sehingga Rasulullah SAW melihat sebaiknya ziarah kubur itu dilarang terlebih dahulu.

Namun, setelah bertahun-tahun berjalan, dan kedalaman aqidah dan iman para sahabat dianggap telah kokoh dan mantap, tanpa ada resiko jatuh kepada jenis-jenis kesyirikan dalam kubur. Akhirnya kemudian ziarah kubur itu dibolehkan kembali. Beliau bersabda :

كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ القُبُورِ أَلاَ فَزُوْرُوْهَا

“Dahulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah kubur. Namun sekarang berziarah lah.” (HR. Muslim)

Tujuan Ziarah Kubur

Ada 2 tujuan utama yang merupakan tujuan dari berziarah kubur, diantaranya adalah :

  1. Melembutkan Hati dan Ingat Mati

Ziarah kubur adalah bagian dari syariat Islam yang diperintahkan dengan sah, dalam kapasitas ibadah sunnah.  Di antara tujuan berziarah kubur sebagaimana dijelaskan di dalam riwayat dari Al-Hakim, hikmahnya adalah agar peziarah ini dapat melembutkan hati, berlinang air mata serta mengingatkan akan kematian dan hari akhir. Seperti sabda Rasulullah SAW :

كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ القُبُورِ أَلاَ فَزُوْرُوْهَا فَإِنَّهَا تَرِقُ القَلْبَ وَتَدْمَعُ العَيْنَ وَتُذْكِرُ الآخِرَةَ وَلاَ تَقُولُوا هَجْرًا

“Dahulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah-kubur. Namun sekarang ketahuilah, hendaknya kalian berziarah kubur. Karena ia dapat melembutkan hati, membuat air mata berlinang, dan mengingatkan kalian akan akhirat namun jangan kalian mengatakan perkataan yang tidak layak (qaulul hujr).” (HR. Al-Hakim)

Dengan berziarah kubur, lalu mengingat kematian, akan menghalangi seseorang dari maksiat, melembutkan hatinya yang kelam, mengusir kesenangan terhadap dunia, membuat musibah yang kita alami terasa ringan.

  1. Mendoakan yang Mati

Selain sebagai pengingat kematian, ziarah kubur juga bermanfaat bagi orang yang menghuni kubur. Sebab Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk mendoakan orang yang di dalam kubur, mulai dari salam ketika datang hingga memohon ampunan kepada Allah atas dosa-dosanya, dan mendoakan kebaikan-kebaikannya.

Aisyah bertanya: Apa yang harus aku ucapkan bagi mereka (shahibul qubur) wahai Rasulullah? Beliau bersabda ”Ucapkanlah, Salam sejahtera untuk kalian wahai kaum muslimin dan mukminin penghuni kubur. Semoga Allah merahmati orang-orang yang telah mendahului dan juga orang-orang yang diakhirkan. Sungguh, Insya Allah kami pun akan menyusul kalian”. (HR. Muslim)

Ramadhan dan Ziarah Kubur

Sebenarnya, perintah khusus untuk berziarah kubur menjelang bulang Ramadhan sebenarnya nyaris tidak ada dalil yang sifatnya eksplisit. Sehingga hukumnya tidak secara khusus disunnahkan, apalagi diwajibkan. Maka bila kita ingin berziarah kubur menjelang bulan Ramadhan, tidak ada anjuran khusus atau larangan. Yang pasti adalah, kamu tidak melanggar aturan-aturan mengenai ziarah kubur yang benar dan sesuai ajaran Islam.

Summary
Article Name
Tradisi Ziarah Kubur Menjelang Bulan Ramadhan | Muslimarket Blog
Description
Salah satu cara menyambut bulan Ramadhan adalah dengan tradisi ziarah kubur menjelang bulan ramadhan. Lantas bagaimana tanggapan Islam? Baca disini!
Author
Publisher Name
Muslimarket
Publisher Logo