Makanan Haram Menurut Islam

Agama Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin, yang peduli terhadap hamba-Nya, dan selalu memberikan yang terbaik. Tidak ada satu pun ketetapan Allah yang sia-sia atau bahkan merugikan hamba-Nya, misalnya adalah ketetapan dalam menentukan makanan dan minuman yang halal serta haram. Semuanya telah ditentukan oleh Allah untuk kesejahteraan umat-Nya.

Halal memiliki arti dalam bahasa Arab yaitu disahkan, diizinkan dan dibolehkan. Makanan yang halal adalah makanan yang dibolehkan oleh agama dari segi hukumnya, baik halal dzatnya, dibolehkan oleh agama, misalnya seperti telor, buah-buahan, sayur-mayur dan yang lainnya. Makanan halal adalah makanan yang diolah sesuai dengan ketetapan Allah SWT, misalnya diperoleh dengan usaha yang benar, sapi/ayam yang disembelih dengan menyebut nama Allah. Adapun yang berhak menghalalkan atau mengharamkan makanan/minuman hanyalah Allah SWT dan Rasul-Nya.

ا أيها الذين ءامنوا كلوا من طيبات ما رزقناكم

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman makanlah diantara rizki yang baik-baik yang kami berikan kepadamu.” [QS.Al Baqarah : 172].

Selain makanan yang halal, ada juga ketentuan makanan haram, yaitu makanan yang secara dzatnya dilarang oleh agama untuk dimakan, seperti daging babi, daging anjing, darah, bangkai selain bangkai ikan dan lainnya. Untuk haram karena hakikatnya adalah haram untuk dimakan karena cara memperoleh atau cara mengolahnya, misalnya makanan hasil curian, menipu dan didapatkan dari cara-cara yang tidak benar.

Berikut ini adalah beberapa ayat Al-Quran dan hadits terkait dengan makanan yang baik, halal dan haram :

Al-Baqarah: 168

َا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُواْ مِمَّا فِي الأَرْضِ حَلاَلاً طَيِّباً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

Artinya: “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”

Al-Baqarah: 173

نَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ ۖ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya : “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Dari beberapa ayat di atas, dapat dirincikan beberapa makanan yang diharamkan adalah sebagai berikut :

  1. Bangkai (Al Maitah)

Setiap hewan yang matinya tidak wajar, tanpa lewat penyembelihan yang syar’i. Contohnya adalah :

  • Al munkhoniqoh: hewan yang mati dalam keadaan tercekik.
  • Al mawquudzah: hewan yang mati karena dipukul dengan tongkat atau selainnya.
  • Al mutaroddiyah: hewan yang mati karena jatuh dari tempat yang tinggi.
  • An nathiihah: hewan yang mati karena ditanduk.
  • Hewan yang diterkam binatang buas.

Jika hewan-hewan tersebut ditemukan dalam keadaan bernyawa, lalu disembelih dengan cara yang benar sesuai dengan ajaran Islam, maka hewan tersebut menjadi halal.

  1. Daging babi

Allah berfirman,

قُلْ لَا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْس

Artinya : “Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi – karena sesungguhnya semua itu kotor – atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah.” (QS. Al An’am: 145)

Shidiq Hasan Khon mengatakan, “Yang diharamkan dari babi adalah seluruh bagian babi. Sedangkan disini disebutkan dagingnya saja karena biasanya yang dimakan adalah dagingnya.”

  1. Darah yang mengalir

Apabila darah yang jumlahnya sedikit semacam darah yang masih menempel pada urat daging sembelihan dan sulit dibersihkan, maka itu dimaafkan. Selain itu, dikecualikan pula hati dan limpa.

  1. Hewan yang disembelih tanpa menyebut nama Allah atau menyebut nama selain Allah

Sebagai orang muslim, tidak dihalalkan mengkonsumsi sembelihan orang kafir, orang musyrik atau orang Majusi. Sebab sembelihan mereka tidak sah karena tidak menyebut nama Allah. Lantas bagaimana dengan daging dan makanan olahan dari daging yang diimpor dari negeri non Muslim?

  • Jika yang diimpor dari negeri non muslim berupa daging-dagig hewan laut, maka halal dimakan. Karena hewan laut boleh dimakan tanpa disembelih, baik ditangkap oleh Muslim ataupun Non Muslim.
  • Apabila yang diimpor adalah unggas dan daging hewan darat yang halal dimakan, seperti ayam, bebek, sapi, kambing, kelinci, dan sebagainya; maka dilihat negara asalnya. Jika berasal dari negeri yang mayoritas penduduknya menganut paham atheis, beragama majusi, penyembah berhala (paganisme), maka daging-daging dari negeri tersebut tidak halal.

Nah, apakah sekarang kalian lebih paham mengenai makanan halal dan haram? Yuk mulai sekarang jauhi segala jenis makanan haram, dan mulailah untuk mengkonsumsi makanan yang halal saja.

Summary
Article Name
Makanan Haram Menurut Islam | Muslimarket Blog
Description
Ada banyak jenis makanan, namun tidak semuanya baik menurut Islam. Yuk cari tahu makanan haram dalam Islam hanya disini!
Author
Publisher Name
Muslimarket
Publisher Logo